Selasa, 05 November 2019

BAB 2 (Jenis Routing)

Jenis-Jenis Routing Terlengkap
Dalam dunia networking, Anda akan menemukan istilah routing. Routing merupakan sesuatu yang sangat vital dalam dunia networking. Karena routing adalah proses pengambilan sebuah paket data dari sebuah alat dan mengirimkan melalui network ke alat lain di dalam network yang berbeda. Alat yang dimaksud adalah router. Jika network Anda tidak memiliki router, maka jelas Anda tidak melakukan routing.
Agar sebuah router bisa melakukan routing, ada hal-hal yang harus diketahui oleh router tersebut, yaitu:
  • Alamat tujuan
  • Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari sebuah network remote yang diberikan
  • Router yang mungkin terhubung ke semua network remote
  • Router terbaik untuk setiap network remote
Semua informasi tersebut tersimpan di dalam routing table sebuah router. Routing table ini menggambarkan bagaimana menemukan network-network remote.
Proses routing IP di dalam sebuah jaringan komputer dapat diutarakan dalam paragraf di bawah ini :
Default gateway dari host 172.16.10.2 (Host_A) dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Agar bisa mengirimkan paket dari host ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface “Ethernet 0″ dari router yang dikonfigurasi dengan alamat IP 172.16.10.1. Mengapa seperti itu? Tujuannya agar paket dapat diserahkan ke layer Data Link, lalu dienkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke jaringan 172.16.10.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada jaringan LAN. Agar Host_A dapat berkomunikasi dengan Host_B, Host_A harus mengirimkan paket ke alamat MAC dari default gateway di jaringan lokal tersebut.
Nah, agar paket tersebut diketahui jalur-jalur routingnya, ada beberapa jenis-jenis routing yang salah satunya bisa diterapkan di dalam jaringan komputer. Jenis-jenis routing tersebut terbagi lagi berdasarkan sifat dan protokolnya. Seperti apa cara kerja jenis-jenis routing tersebut, artikel kali ini akan mengupasnya untuk Anda.
A. Sifat Routing
1. Routing Statis
Routing statis adalah routing yang dilakukan secara manual oleh Administrator Jaringan. Caranya dengan memasukan pengaturan routing ke dalam routing table dari router. Pengaturan tersebut mendefinisikan jalur sebuah paket dengan suatu tujuan akan dilewatkan melalui interface mana.
Kelebihan dan kekurangan static routing atau routing static bisa menjadi pertimbangan bagi Anda yang hendak menerapkan routing jenis ini. Kelebihan routing statis diantaranya:
  • Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router
  • Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router.
  • Jaminan keamanan, karena administrator jaringan dapat memilih untuk mengatur akses routing ke jaringan tertentu saja.
Namun, routing statis juga mempunyai kekurangan, yaitu:
  • Administrator harus memahami betul perihal internetwork di dalam sebuah sistem dan bagaimana setiap router dihubungkan agar dapat mengatur router dengan benar.
  • Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrator harus menambahkan sebuah routing table ke semua router yang terhubung secara manual.
  • Routing statis tidak cocok untuk jaringan komputer skala besar karena untuk menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.
2. Routing Default
Routing jenis ini digunakan untuk mengirimkan paket-paket secara manual ke router hop berikutnya dengan cara menambahkan router ke sebuah network tujuan yang remote networknya tidak ada di routing table. Bisanya digunakan pada jaringan yg hanya memiliki satu jalur keluar. Biasanya, routing jenis ini didefinisikan dengan alamat : 0.0.0.0/0.
Routing default memiliki kelebihan, yaitu konfigurasinya yang cukup simple. Administrator cukup memasukkan satu perintah routing, maka semua route akan dapat dilewati. Sedangkan kekurangan dari routing default adalah adanya routing yang tidak diperlukan, karena routing ini memungkinan semua router menerima routing yang tidak diperlukan. Hal tersebut dapat menaikkan penggunaan hardware dan membuat kinerja router menjadi lelet.
3. Routing Dinamis
Routing dinamis yaitu proses routing yang dilakukan dengan cara membuat jalur komunikasi data secara otomatis sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur routing yang baru. Routing jenis ini berada pada lapisan network layer jaringan komputer dalam TCP/IP Protocol Suites.
Routing dinamis digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing jenis ini lebih mudah dilakukan ketimbang routing statis dan default. Walaupun begitu, routing jenis cukup menguras kinerja pemrosesan data di CPU router dan penggunaan bandwidth dalam jaringan.
Routing dinamis memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hanya mengenalkan alamat host yang terhubung langsung dengan router
  • Router tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
  • Jika terdapat penambahan suatu network baru, maka semua router tidak perlu mengatur ulang. Hanya router-router yang berkaitan yang akan melakukannya.
Sedangkan kerugian routing dinamis adalah seperti berikut:
  • Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui routing table di setiap waktu tertentu.
  • Kecepatan pengenalan dan kelengkapan routing table memakan waktu lama. Alasannya karena router akan melakukan broadcast ke semua router sampai ada routing table yang cocok. Setelah konfigurasi selesai, router harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang tersedia.
B. Routed dan Routing Protocol
Selain ketiga jenis routing yang dijelaskan di atas, ada juga beberapa protokol dalam routing. Protokol ini ada yang disebut routed protocol (protokol yang di-routing) dan routing protocol (protokol untuk melakukan routing). Apa saja protokol-protokol routing tersebut?
1. Routed protocol
Routed protokol adalah protokol-protokol yang dapat dirutekan oleh sebuah router. Routed protocol biasanya digunakan untuk mengirimkan data user dari satu network ke network lainnya. Routed protocol membawa trafik data seperti e-mail, file transfer, trafik web, dan lainnya. Contoh dari routed protocol adalah: IP, IPX, AppleTalk, dan DECnet.
2. Routing protocol
Routing protocol adalah protokol dalam jaringan komputer yang digunakan untuk secara dinamis membroadcast dan mempelajari jaringan yang terhubung, dan untuk mempelajari rute (network path) yang tersedia. Dengan routing protocol, router yang berbeda bisa saling bertukar update antara satu sama lain dengan router lainnya dan mendapat rute routing paling efisien ke tujuan. Contoh dari routing protocol diantaranya OSPF, RIP, BGP, IGRP, dan EIGRP.
  • RIP (Routing Information Protocol), merupakan protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung. Lalu, router selanjutnya akan memberikan informasi ke router selanjutnya yang terhubung langsung dengan router tersebut.
  • OSPF (Open Shortest Path First). OSPF adalah sebuah routing protocol standar terbuka yang telah diaplikasikan oleh sejumlah vendor jaringan dan dijelaskan di RFC 2328. OSPF bekerja dengan sebuah algoritma link-state yang disebut algoritma Dijkstra / SPF. Cara kerja dari protokol ini adalah: Pertama, sebuah “pohon” dengan jalur terpendek akan dibangun. Kemudian, routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari “pohon” tersebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja. Update routing akan dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan.
  • EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Protokol routing ini menggunakan algoritma advanced distance vector dan menggunakan cost load balancing yang tidak sama. Algoritma yang dipakai adalah kombinasi antara distance vector dan link-state, serta menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek. Perintah dasar Cisco sangat mendukung protokol ini, karena protokol ini diciptakan oleh Cisco System.
  • BGP (Border Gateway Protocol). BGP merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data. Sebagai routing protocol, BGP memiliki kemampuan untuk melakukan pengumpulan rute, pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam sebuah jaringan. Routing protocol juga pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan terbaik. Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain adalah BGP termasuk ke dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP).
C. Class dalam Routing Protocol
Dalam routing protocol, terdapat 3 jenis class yang membedakan tiap protokol, diantaranya:
  • Distance vector, protocol yang termasuk ke dalam class ini akan menemukan jalur terbaik ke sebuah network dengan cara menilai jarak yang ditempuh oleh jalur tersebut. Jalur routing dengan jarak hop yang paling sedikit ke network yang dituju, akan menjadi jalur terbaik.
  • Link state, atau disebut juga protocol shortest-path-first. Fungsi routing table pada router yang menerapkan protokol jenis ini cukup unik, karena fungsi dari routing table tersebut terbagi menjadi tiga table terpisah. Satu untuk mencatat perubahan dari network-network yang terhubung secara langsung, satu lainnya untuk menentukan topologi dari keseluruhan internetwork, dan satu table terakhir digunakan sebagai routing table.
  • Hybrid, protokol yang termasuk ke dalam class ini menggunakan aspek-aspek dari routing protokol jenis distance-vector dan routing protocol jenis link-state.

BAB 2 (Route Table)


ROUTING TABLE
Seperti namanya Routing table merupakan sebuah tabel jalur perjalana paket pada router yang miliki oleh masing-masing router.Untuk memahami jenis informasi apa yang terdapat pada tabel route, maka kita harus paham terlebih dahulu apa yang akan dilakukan oleh sebuah router terhadap frame yang datang menuju router tersebut.Ketika sebuah frame paket datang menuju router maka layer paling bawah yakni data-link layer akan melakukan pengecekan terhadap data-link identifier frame destination address. Jika frame tersebut memiliki identifier dari router interface atau broadcast identifier maka router akan meneruskan paket ke network layer.Pada network layer, destination address dari paket tersebut akan di cek kembali. Jika destination address memiliki IP address dari router interface atau broadcast address ke semua host, maka protokol field dari paket tersebut akan di cek dan kemudian paket akan dikirimkan ke internal proses yang sesuai.
Setiap destination address di panggil pada saat routing. Alamat tersebut mungkin dimiliki oleh host pada network yang berbeda atau merupakan alamt dari host yang terkoneksi secara langsung pada router.

Minimalnya jalur yang terdapat pada database route harus memiliki dua hal berikut:
+ Destination address (alamat tujuan).
+ Pointer ke tujuan, pointer akan mengindikasi bahwa destination address apakah terkoneksi secara langsung atau harus melalui router lain untuk mencapainya.

Alamat tujuan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
+ Host address
+ Subnet
+ Group of subnets (a summary route)
+ Major network number
+ Group of major network number (a supernet)
+ Default address

Jika pada saat melakukan pencocokan destination address pada paket yang datang dengan table route tidak ditemukan network yang cocok, maka paket yang tersebut akan di drop dan pesan ICMP Destination Unreachable akan dikirimkan ke source address.

Untuk memahami lebih detail lagi bagai mana proses yang terdapat pada route table maka kita akan mempelajari Big picture pada gambar dibawah ini.



Jika router Carrol pada ganbar diatas menerima paket dengan sourece address 10.1.1.97 dan alamat tujuan 10.1.7.35, maka router akan melihat ke route table untuk melakukan pencocokan alamat tujuan yaitu subnet dari network 10.1.7.0, berdasarkan route table router Carrol alamat tujuan tersebut dapat dicapai melalui next-hop address 10.1.2.2 pada interface S0.

Paket tersebut akan dikirimkan ke router berikutnya (Dahl), router Dahl akan melakukan hal yang sama seperti router Carrol lakukan melakukan pengecekan pada route table yang dimilikinya, maka di dapat bahwa network 10.1.7.0 dapat dicapai melalui next-hop address 10.1.4.2 melalui interface S1.

Proses ini terus dilakukan sampai paket berada di router Baum, router Baum menerima paket dari interface S0, melakukan pengecekan dan menemukan bahwa destination address merupakan directly connected subnet pada iterface E0. Dengan demikian proses routing selesai, dan pake dikirim ke host 10.1.7.35 melalui interface Ethernet 0.

Mungkin masih terdapat pertanyaan dikepala kita, "Bagaimana jika alamat tujuan tidak terdapat pada tabel route, apakah akan diteruskan ?" Jawabannya "Tidak" hal ini sudah dijelaskan diatas, namun untuk lebih jelasnya kita akan mencontohkannya dengan menggunakan gambar diatas.

Pada gambar dapat kita lihat bahwa alamat untuk network 10.1.1.0 tidak terdapat pada route table router Dahl's. Sebuah Reply akan dikirimkan dari 10.1.1.97 ke 10.1.7.35, tetapi ketika paket reply telah melewati router Baum - Lewis - Dahl. Ketika Dahl melakukan pencocokan alamat degan teble route yang dimilikinya dia tidak dapat menemukan jalur untuk subnet 10.1.1.0, maka paket tersebut akan di drop. dan pesan ICM Destination Unreachable akan dikirimkan ke host 10.1.7.35.

BAB 2 (Analogi Routing)

ROUTING DAN PROTOKOL ROUTING dan ANALOGINYA

ROUTING DAN PROTOKOL ROUTING

Routing merupakan proses pencarian path atau alur guna memindahkan  informasi dari host sumber (source
address) ke host tujuan  (destinations address) melalui koneksi internetwork.
 
Router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Kita akan menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain, baik jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).
Diperlukan adanya router untuk melakukan routing di dalam jaringan, dimana router membutuhkan informasi-informasi sebagai berikut:
  • Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat item yang akan dirouting
  • Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
  • Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.
  • Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
  • Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.
Analogi :
Misalkan kita berada pada persimpangan jalan, mungkin kita akan merasa bingung jika tidak ada petunjuk jalan, di setiap persimpangan jalan (router) seharusnya ada petunjuk jalan supaya orang tidak bingung dan tersesat. Untuk jalan yang rumit dan berputar-putar tidaklah cukup jika menggunakan static routing. Tentunya kita akan merasa bingung jika disetiap persimpangan kita harus bertanya pada orang apalagi kepada orang yang tidak tahu. Oleh karena itu disini diperlukan dinamic routing, analoginya seperti ada polisi yang membawa HT dan memberikan jalur mana saja yang bisa dilewati. Polisi akan selalu koordinasi beberapa kali sehari, agar jika ada jalan yang macet, ada tabrakan, ada pohon rubuh, polisi akan segera meng-update petunjuk jalan yang lain.
Biasanya polisi yang bertingkat rendah akan memakai HT yang kita sebut sebagai RIP, yang memiliki jarak paling jauh 30 hop (simpangan). Polisi yang berada pada tempat yang ramai bisa menggunakan isis atau ospf, biasanya sudah membawa HP maupun PDA jadi akan lebih pintar dan cepat untuk melakukan update. Polisi tingkat dunia biasanya memiliki kantor pada persimpangan dan sudah mempunyai peralatan pengacak jaringan seluruh dunia, ini disebut BGP.
Ada dua bagian routing paket IP :
  1. Bagaimana meneruskan paket dari interface input ke interface output pada suatu router (“IP forwarding”) ?
  • Paket biasanya diteruskan (forwarding) kesejumlah router sebelum mencapai host tujuan
  • IP forwarding dilaksanakan atas dasar hop-by-hop yaitu tidak ada yang tau rute yang lengkap. Tujuan forwarding adalah membawa paket IP lebih dekat ke tujuan
2.Bagaimana mencari dan men-setup rute (“Routing algorithm”) ?
 
Protokol routing membentuk suatu tabel routing yang digunakan untuk menyeleksi jalur yang akan digunakan. Didalam tabel routing terdapat suatu alamat tujuan paket data dan hop yaitu suatu router yang akan dituju setelah router tersebut.
Konsep berikut sangatlah penting untuk memahami routing pada jaringan IP:
–        Autonomous system
–        Interior vs  Exterior routing
–        Distance vector vs. link state routing algorithms
Autonomous System (AS)
Suatu autonomous system adalah bagian logical dari jaringan IP yang besar, biasanya dimiliki oleh sebuah organisasi jaringan dan diadministrasikan oleh sebuah management resmi. Setiap router dapat berkomunikasi dengan router yang lain dalam satu autonomous system.
Contoh dari autonomous region adalah:
–        Internet Service Provider Regional
–        Jaringan kampus ITB
Di dalam autonomous system, routing dilaksanakan secara:
  1. Interior Routing  yaitu dalam autonomous system
  2. Exterior Routing  yaitu antara autonomous system
Perbedaan Interior Routing dan Exterior  Routing
Interior Routing
Exterior Routing
Routing di dalam suatu AS
Routing antara AS
Protokol untuk Intradomain routing juga disebut Interior Gateway Protocol / IGP
Protokol yang populer
  • RIP (sederhana, lama)
  • OSPF (lebih baik)
Protokol untuk interdomain routing disebut Exterior Gateway Protocol/ EGP
Protokol routing:
  • EGP
  • BGP (lebih baru)
Mengabaikan Internet di luar ASMengasumsikan Internet terdiri dari sekumpulan interkoneksi AS

Algoritma-Algoritma Routing (Pada Internet)
 
Perbedaan mendasar antara distance vector dan link state adalah:
  1. Distance Vector hanya memiliki informasi routing dari router tetangganya, sedangkan Link State memiliki informasi routing dari setiap node yang ada.
  2. Untuk mendapatkan lintasan/rute yang terbaik, Distance Vector menggunakan Algoritma Bellman-Ford, sedangkan Link State menggunakan Algoritma Djikstra.
Distance Vector
Pembentukan tabel routing pada Distance Vector dilakukan dengan cara tiap-tiap router atau PC router akan saling bertukar informasi routing dengan router atau PC router yang terhubung langsung. Proses pertukaran informasi routing dilakukan secara periodik, misal tiap 30 detik.
Proses pembentukan tabel pada protokol routing yang menggunakan konsep distance vector adalah sebagai berikut :
  1. Mula-mula tabel routing yang dimiliki oleh masing-masing router atau PC router akan berisi informasi alamat jaringan yang terhubung langsung dengan router atau PC router tersebut.
  2. Secara periodik masing-masing router atau PC router akan saling bertukar informasi sehingga isi tabel routing dari semua router terisi lengkap (converged).

Link State
Protokol routing yang menggunakan konsep link state akan membentuk tabel routing menurut pandangan atau perhitungan router atau PC router masing-masing, tidak bergantung pada pendapat router atau PC router tetangga.
Tabel routing yang dibentuk dengan menggunakan konsep link state dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
  1. Pada awalnya setiap router atau PC router akan saling mengirimkan dan melewatkan paket link state.
  2. Paket link state yang diterima dari router atau PC router lain dikumpulkan dalam sebuah database topologi.
  3. Berdasarkan informasi yang terkumpul di dalam database, router atau PC router melakukan perhitungan dengan mengggunakan algoritma short path first (SPF).
  4. Algoritma SPF menghasilkan short path first tree.
  5. Akhirnya SPF Tree membentuk daftar isi tabel routing.
Kelima proses di atas dilakukan oleh masing-masing router atau PC router. Jika terjadi perubahan topologi jaringan, pemberitahuannya akan dikirimkan segera ke tiap-tiap router atau PC router sehingga proses update informasi routing dapat segera dilakukan.
Static Routing
Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute (catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.
kekurangan dan kelebihan static routing:
- dengan menggunakan next hop
( + ) dapat mencegah trjadinya eror dalam meneruskan paket ke router tujuan apabila router yang akan meneruskan paket memiliki link yang terhubung dengan banyak router.itu disebabkan karena router telah mengetahui next hop, yaitu ip address router tujuan
( – ) static routing yang menggunakan next hop akan mengalami multiple lookup atau lookup yg berulang. lookup yg pertama yang akan dilakukan adalah mencari network tujuan,setelah itu akan kembali melakukan proses lookup untuk mencari interface mana yang digunakan untuk menjangkau next hopnya.
- dengan menggunakan exit interface
( + ) proses lookup hanya akan terjadi satu kali saja ( single lookup ) karena router akan langsung meneruskan paket ke network tujuan melalui interface yang sesuai pada routing table
( – ) kemungkinan akan terjadi eror keteka meneruskan paket. jika link router terhubung dengan banyak router, maka router tidak bisa memutuskan router mana tujuanya karena tidak adanya next hop pada tabel routing. karena itulah, akan terjadi eror.
routing static dengan menggunakan next hop cocok digunakan untuk jaringan multi-access network atau point to multipoint sedangkan untuk jaringan point to point, cocok dengan menggunakan exit interface dalam mengkonfigurasi static route.
recursive route lookup adalah proses yang terjadi pada routing tabel untuk menentukan exit interface mana yang akan digunakan ketika akan meneruskan paket ke tujuannya.
Dynamic Routing
Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah  dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute  backup  bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.
1. Routing Information Protocol (RIP)
Routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima Bellman-Ford. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.
RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu :
  1. RIPv1
  2. RIPv2
  3. RIPng
Kelebihan
  • menggunakan metode Triggered Update
  • RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  • Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  • Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan
Kekurangan
  • Jumlah host Terbatas
  • RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
  • RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
  • Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.
Kelebihan
  • support = 255 hop count
Kekurangan
  • Jumlah Host terbatas
3.Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.
OSPF memiliki 3 table di dalam router :
  1. Routing table
Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
2. Adjecency database
Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3. Topological database
Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
Kelebihan
  • tidak menghasilkan routing loop
  • mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
  • dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
  • membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
  • waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
Kekurangan
  • Membutuhkan basis data yang besar
  • Lebih rumit
4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll menggunakan EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol ini.
Kelebihan
  • melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
  • memerlukan lebih sedikit memori dan proses
  • memerlukan fitur loopavoidance
Kekurangan
  • Hanya untuk Router Cisco
5. Border Gateway Protocol (BGP)
Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)

BAB 2 (Prinsip Kerja Routing)

1. Pengertian Routing 
Pengertian Routing adalah proses pengiriman data atau informsi dengan meneruskan paket data yang dikirmkan dari satu jaringan kejaringan lain. Router adalah alat yang difungsikan sebagai alat yang difungsikan sebagai routing. contohnya adalah komputer satu mengirimkan data ke komputer lainnya.


1. Fungsi Routing 
Router mampu menghubungkan jaringan satu dengan jaringan lainnya. Sehingga dengan proses routing tersebut komputer bisa mengirim data secara tepat ke komputer lain bahkan dengan jarak yang sangat jauh sekalipun.
2. Cara Kerja Routing
Jaringan komputer terdapat yang namanya TCP/IP (Transmision Control Protokol/Internet Protocol). TCP/IP berfungsi sebagai alamat pengiriman paket data agar bisa sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). Tugas TCP/IP dibagi mulai dari mengirim paket data hingga menerima paket data dalam sistem. Karena itu, jika terjadi masalah saat pengiriman paket data akan bisa dipecahkan dengan baik.
Untuk Routing sendiri merupakan proses yang dialami data untuk mencapai tujuan dijaringan komputer. Konsepnya terdapat dilapisan jaringan TCP/IP, data-data yang dikirim dari perangkat dikirim dalam bentuk data gram, yaitu paket data yang dikenal sebagai IP. Data gram tersebut memiliki alamat tujuan paket data dikirimkan. IP kemudian memeriksa alamat pada paket data untuk kemudian disampaikan ke perangkat tujuan. Jika alamat tujuan data gram ada di satu jaringan dengan perangkat asal, maka data tersebut akan langsung disampaikan. Namun, jika alamat tujuan data tidak ada di jaringan yang sama maka akan diteruskan ke Router lain yang lebih tepat.
Routing pada jaringan komputer
1. Berdasarkan pengiriman paket data pada routing bisa dibedakan menjadi 2 :
Routing langsung adalah sebuah pengalamatan secara langsung menuju     alamat tujuan tanpa melalui host lain. Misalnya sebuah komputer dengan alamat IP 192.167.1.3 mengirim data ke komputer lain dengan alamat IP 192.167.1.2 maka, data akan langsung dikirim ke alamat IP tersebut.
Routing tidak langsung adalah proses pengiriman data melalui proses pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat host yang dituju. Misalnya komputer dengan IP 192.167.1.3 ingin mengirim data ke komputer dengan IP 192.167.1.2, sebelum ke host tersebut harus menuju ke komputer dengan IP 192.167.1.4 terlebih dulu.
2. Routing berdasarkan jenis konfigurasi dibagi menjadi 3 :
*Minimal routing adalah proses routing sederhana yang biasanya hanya untuk pemakaian ruoting lokal saja.
*Static routing adalah proses routing yang digunakan pada jaringan yang menggunakan sedikit Router dan konfigurasi routing yang tidak berubah dalam waktu lama.
*Dynamic routing adalah proses routing yang digunakan pada jaringan yang memiliki lebih dari satu rute. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, Router secara otomatis membuat routing baru. Routing dinamis merupakan protokol routing yang digunakan untuk menemukan jaringan serta untuk melakukan update pada routing table pada Router.
Secara umum, pengertian routing adalah proses mengirimi dan menerima dari perangkat sumber ke perangkat tujuan. Kedua perangkat memiliki IP untuk memudahkan pengiriman paket data. Jika alamat IP di rasa sudah benar maka Router akan meneruskan paket tersebut. Dengan memahami dasar berarti kita juga telah memahami konsep kerjanya.
Jadi intinya Router menghubungkan 2 jaringan atau lebih yang berbeda network dengan cara me-Routing (mencari jalur tercepat untuk sampai ketujuan).
a Routing

Rabu, 30 Oktober 2019

TLJ (Komunikasi Data)

A. KONSEP KOMUNIKASI
     Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses     pengiriman dan penerimaan pesan,informasi,atau berita antara dua pengguna (dalam hal ini orang) atau lebih jumlahnya dengan tujuan saling memberikan feedback sehingga diperoleh persepsi yang sama tentang hal yang sedang dibicarakan.

1.Komponen Utama dalam Komunikasi
-Sumber (source)
Alat/komponen yang membangkitkan data atau informasi yang akan di transmisikan, dapat berupa alat input pada komputer. Alat ini dapat mengubah informasi audio, video atau teks menjadi satuan data untuk di proses pada sistem komputer.
-Pengirim (transmitter)
Alat untuk memproses data atau informasi yang berasal dari sumber (source) agar dapat di salurkan oleh sistem/media transmisi.
Bentuk fisik nya dapat berupa komputer personal yang dapat mengolah segala bentuk informasi, atau secara khusus dapat berupa pesawat telepon untuk komunikasi dengan informasi berupa suara (voice).
-Sistem Transmisi
Berupa jalur transmisi tunggal (single transmission line) atau jalur kompleks (complex network) yang menghubungkan sistem sumber dengan sistem tujuan, secara fisik dapat berupa media wireline atau media wireless.
Jalur transmisi tunggal, maksudnya adalah antara perangkat pengirim dan penerima satu jenis media dalam satu segmen jaringan.Sedangkan maksud dari jalur kompleks adalah perangkat pengirim dan penerima dihubungkan oleh satu sistem
-Penerima (receiver)
Alat untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan memproses menjadi informasi yang dapat ditangkap/ diproses oleh tujuan. Fisiknya dapat berupa komputer personal untuk fungsi informasi secara umum.Komunikasi tertulis merupakan komunikasi yang dilakukan yang melalui sebuah tulisan yang dilakukan dalam kegiatan surat menyurat yang melalui pos, telegram, e-mail dan masih banyak lagi.
-Tujuan (destination)
Menangkap informasi yang dihasilkan oleh penerima, informasi yang diterima oleh perangkat tujuan selanjutnya diubah menjadi jenis informasi yang sama dengan informasi yang dikirimkan, Software aplikasi digunakan untuk menjembatani informasi ini menuju pengguna jaringan komputer.
2. Jenis-jenis Komunikasi Data
-Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang menggunakan tulisan ataupun lisan. Bentuk komunikasi ini membutuhkan alat berupa bahasa yang outputnya berupa ucapan atau tulisan kata-kata. Komunikasi verbal efektif selama orang yang berinteraksi mengerti bahasa yang digunakan.
-Komunikasi Nonverbal
Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung. Hal seperti lambaian tangan untuk menyatakan selamat tinggal adalah contoh yang paling sederhana. Komunikasi tidak memiliki struktur yang standar seperti bahasa, tapi dengan interpretasi dan logika, orang dapat mengerti maksud orang lain tanpanya.
-Komunikasi Secara Tertulis
Komunikasi tertulis merupakan komunikasi yang dilakukan yang melalui sebuah tulisan yang dilakukan dalam kegiatan surat menyurat yang melalui pos, telegram, e-mail dan masih banyak lagi.
3. Lingkup Area Komunikasi
-Komunikasi di Lingkup Internal 
Ruang lingkup komunikasi internal yaitu mencakup : Komunikasi dengan pemilik,manajemen,     karyawan. 
-Komunikasi di Lingkup Eksternal
 Ruang lingkup komunikasi eksternal yaitu mencakup : Komunikasi dengan pelanggan,penyalur, pemasok dan agen regulator.
4. Metode Komunikasi 
- Komunikasi Secara Langsung
Komunikasi langsung merupakan proses komunikasi yang dilakukan secara langsung atau tatap muka. Seperti halnya ketika kita berbicara dengan orang lain tanpa adanya perantara atau media komunikasi sebagai penghantar pesan atau informasi. Itulah yang disebut sebagai komunikasi langsung.
- Komunikasi Secara Tidak Langsung 
Komunikasi tidak langsung merupakan proses dari suatu komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung alias memerlukan bantuan alat komunikasi yang fungsinya sebagai media komunikasi. Komunikasi tidak langsung ini umumnya menggunakan media perantara sebagai penghantar pesan atau informasi agar sampai ke komunikan atau penerima pesan.
5. Golongan Komunikasi
1. Komunikasi formal adalah suatu proses komunikasi yang bersifat resmi dan biasanya dilakukan di dalam lembaga formal melalui garis perintah atau sifatnya instruktif , berdasarkan struktur organisasi oleh pelaku yang berkomunikasi sebagai petugas organisasi dengan status masing - masing yang tujuannya menyampaikan pesan yang terkait dengan kepentingan dinas . Suatu komunikasi juga dapat dikatakan formal ketika komunikasi antara dua orang atau lebih yang ada pada suatu organisasi dilakukan berdasarkan prinsip - prinsip dan struktur organisasi .
2. Komunikasi Informal adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal , penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu , gosip , atau rumor . Tentang komunikasi informal sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan informasi yang masih belum jelas dan tidak akurat , carilah sumber informasi yang dapat dipercaya , selalu gunakan akal sehat dan bertindak berdasarkan pikiran yang positifif.
3. Komunikasi Non Formal adalah proses komunikasi yang berada di antara yang formal atau resmi dengan yang tidak resmi atau informal . Komunikasi jenis ini biasanya berupa komunikasi yang berhubungan dengan hubungan pribadi . 
B. PERKEMBANGAN KOMUNIKASI DATA
-1946 University of Pennsylvania.
Komputer pertama yaitu ENIAC Computer ditemukan tahun 1946 (awal komputasi modern)
Harvard University
Munculnya konsep jaringan yang dinamakan komputer MODEL I di lab Bell and Grup Risert yang dipimpin Pro. H.Aiken.
Tujuan awalnya: memanfaatkan komputer yg harus dipakai bersama, untuk mengerjakan proses tanpa harus membuang waktu, dibuatlah prose beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan bersama sebagai sebuah antrian
-1950
Fireman’s Fund Insuranse Co
Berhasil menghubungkan tape drive komputer IBM dengan jaringan telepon dengan teknik yang mirip dengan digunakan sistem telegraph
Menemukan konsep Time Sharing Sistem : konsep distribusi proses pada super komputer yang didasarkan pada waktu. Hal ini merupakan awal aplikasi dan terbentuknya jaringan (network) komputer.
Time Sharing Sistem merupakan awal berpadunya teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi
-1967
ARPA (Advanced Research Project Agency)
Menghubungkan komputer mainframe melalui penghubung prosesor pesan (Interface Message Processors(IMP)
-1970
Konsep Proses terdistribusi (Distributed Processing)
Beberapa pusat komputer (host) mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani banyak terminal yang terhubung secara seri di setiap komputer
-1972
Merupakan awal kelahiran jaringan internet yaitu adanya proyek yang menguhubungan antar jaringan komputer pada jaringan komputer ARPANET.
Gateway Metode untuk menhubungkan berbagai macam jaringan yang berbeda sehingga dapat berkomunikasi.
Pada tahun 1973-1977 dikembangkan protocol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internetworking Protocol). Protokol ini digunakan untuk pengiriman informasi yang dikenal sebagai paket (Pocket)
-1980
Konsep Peer to Peer System
Suatu konsep yang memungkinkan untuk menangani proses bersama maupun komunikasi data/informasi tanpa melalui komputer pusat. Kondisi ini mendorong munculnya LAN (Local Area Network)
-1990
ARPANET diganti dengan NSFNET (Jational Science Foundation Network) sebagai tulang pyunggung (Backbone). NSFNET masih digunakan untuk jaringan penelitian.
Pada 1995 muncul perusahaan ISPs(Internet Service Provider) yang memberikan layanan internet untuk perorangan.
-Perkembangan Teknologi Komunikasi Data di Masa ini
Perkembangan teknologi sudah berkembang sangat pesat di dunia. Banyak sekali manusia di abad ke-21 ini yang sangat bergantung pada teknologi. Teknologi komunikasi adalah aplikasi yang diciptakan manusia untuk memudahkan penyampaian suatu informasi. muncullah penemuan-penemuan baru yang bisa dikatakan luar biasa. Sebagai contoh, pembuatan serta peluncuran satelit untuk ruang angkasa pertama di dunia oleh negara Rusia pada tahun 1957 yang membuat kita dapat berkomunikasi dengan banyak orang , bahkan orang yang berada di belahan dunia yang jauh.Tidak hanya satelit, alat-alat seperti laptop, komputer, dan telepon pun menjadi contoh perkembangan teknologi pada masa ini.

C. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI DATA
-Pengiriman
Sistem harus mengirimkan data ke tujuan yang sesuai. Data harus diterima oleh perangkat yang dimaksudkan atau pengguna dan hanya oleh perangkat atau pengguna.

-akurasi
Sistem harus memberikan data yang akurat. Data yang telah diubah dalam transmisi dan meninggalkan sumber,dataƂ  yang tidak dikoreksi tidak dapat digunakan.
-ketepatan waktu
Sistem harus mengirimkan data pada waktu yang tepat. Terlambat nya dikirimkannya data maka tidak akan berguna. Dalam kasus video dan audio, pengiriman waktu yang tepat berarti memberikan data seperti yang diproduksi atau seperti aslinya, dalam urutan yang sama ketika dibuat, dan tanpa penundaan yang signifikan. Semacam ini disebut pengiriman transmisi real-time.
-jitter
Jitter mengacu pada variasi waktu kedatangan paket. Ini adalah keterlambatan yang tidak merata dalam pengiriman paket audio atau video. Sebagai contoh, mari kita asumsikan bahwa paket video yang dikirim setiap 3D ms. Jika beberapa dari paket datang dengan delay 3D ms dan yang lain dengan delay 4D ms, akan menghasilkan kualitas yang tidak merata dalam video tersebut.

D. MODEL TRANSMISI DATA PERKEMBANGAN JARINGAN SELULER
-Simpex
Dapat dianalogikan seperti jalan satu arah dimana traffik hanya bergerak satu arah saja. Yang berarti data hanya bergerak dari arah pengirim ke penerima saja.
-Half duplex 
Dimana traffik hanya dapat berjalan ke salah satu arah pada satu waktu, tapi tidak kedua-duanya disaat yang sama. Mode half-duplex membatasi transmisi data karena setiap perangkat harus bergiliran menggunakan media kabel.
-Full duplex
Seperti umumnya jalan raya dengan 2 jalur, masing-masing jalur mengakomodasi traffik yang menuju arah saling berlawanan. Mode full-duplex mengakomodasi transmisi dua arah secara simultan, yang berarti kedua kedua sisi dapat mengirim dan menerima data pada saat yang sama.Transmisi Full-duplex sebenarnya adalah dua koneksi simplex: satu koneksi untuk satu arah, dan satu koneksi untuk arah yang berlawanan.